Pitutur Bambu Borobudur
QR Code

Beranda | Pitutur Bambu Borobudur 2022 | Pelaksanaan |Instalasi Topeng Dewi Sri & Alat Musik Lengger

Instalasi Topeng Dewi Sri & Alat Musik Lengger




Bapak Panji Kusumah menerangkan sekilas mengenai instalasi topeng Dewi Sri
Antusiasme pengunjung memfoto dan berswafoto di Instalasi topeng Dewi Sri





Bapak Syukur Asih Suprojo dari Direktorat PPK bersama Bapak Subianto selaku Camat Borobudur menyempatkan berfoto di depan topeng Dewi Sri






Ibu Kepala Desa Kembanglimus bersama Camat Borobudur menyempatkan berfoto di depan topeng Dewi Sri
Previous
Next

Salah satu instalasi yang menonjol saat pertama kali memasuki ruangan Aula ini adalah keberadaan patung Dewi Sri. Instalasi patung Dewi Sri ini terpajang anggun nan megah dengan keberadaan sorotan lampu. Di bawahnya tertata apik alat musik bambu yang merupakan alat musik khas kesenian lengger topeng. Instalasi patung dewi sri yang dibuat dari bahan siladan bambu ini merupakan buah karya seniman lokal M Mukhlis dari Desa Paripurno, Salaman. Pada awalnya, Topeng Dewi Sri ini dibuat untuk dekorasi utama panggung kesenian Suran Pasar Gayam pada pasar budaya Giripurno bulan Juli 2022 lalu. Penempatan instalasi patung dewi sri bersama dengan alat musik kesenian lengger ini bukan tanpa maksud atau tujuan tertentu. Penempatan ini untuk membawa kembali narasi dan suasana tema pasar budaya Giripurno yang mengangkat 'Dewi Sri' sebagai mitologi yang mengakar kuat serta bangkitnya kembali kesenian tradisional lengger topeng di Desa Giripurno dan sekitarnya. Lebih spesial lagi, pengguaan bahan bambu (yang satu sebagai bahan pembuatan sedang satunya lagi sebagai alat musik) menjadikan pentingnya keberadaan mereka diangkat di Tour Pitutur Bambu ini.

Pada kesempatan ini, pejabat serta tamu undangan hadir pada hari pertama "Festival Pitutur Bambu" ini berkesempatan berfoto bersama di depan Instalasi topeng Dewi Sri. Para pengunjung nampak antusias untuk berswafoto di depan kemegahan Instalasi topeng Dewi Sri ini.

Lengger Margo Rukun

(Narasi oleh Mustofa dan Zam Zamil Huda) Narasi Menurut cerita Pak Muhyono (70 tahun), Kesenian Lengger pada awalnya berasal dari Desa Nglinggo, Samigaluh, Kulon Progo. Akan tetapi kelompok seni Lengger Margo Rukun hingga saat ini masih menjaga keaslian dari kesenian ini. Kesenian Lengger merupakan kesenian semacam tledek, di mana orang

Baca Selengkapnya »

Lengger Margo Rukun

(Narasi oleh Mustofa dan Zam Zamil Huda) Narasi Kelompok kesenian Lengger Margo Rukun merupakan kelompok seni yang berada di Dusun Miriombo Kulon Desa Giripurno. Untuk mengetahui tentang kesenian lengger ini saya mendatangi kediaman Bapak Hardiono yang merupakan salah satu tokoh seni dan tokoh masyarakat di Dusun Miriombo Kulon. Menurut cerita

Baca Selengkapnya »

Wiwitan

(Narasi oleh Muhammad Ja’far Qoir dan Miftakhul Fauzi) Narasi Di masyarakat jawa banyak tradisi-tradisi yang mempunyai makna bersyukur kepada Sang Pencipta untuk apa yang telah mereka dapatkan terutama yang berhubungan dengan alam. Salah satu dari tradisi jawa adalah ketika masyarakat sudah masuk waktu panen padi, tradisi yang dilakukan adalah Wiwitan.

Baca Selengkapnya »

Ulasan...

Share