Layaknya budaya pitutur yang dilestarikan oleh masyarakat di Kawasan Borobudur secara turun temurun, bambu, rumput raksasa yang tumbuh di sekitar perbukitan Menoreh ini pun ternyata juga selalu menyampaikan pituturan atau nasehat kehidupan bagi manusia yang ada di sekitarnya melalui caranya, yang seringkali tidak mampu dipahami oleh manusia, yang konon merupakan makhluk paling sempurna di alam ini.
Perlahan bambu tumbuh, berumpun, cengkeram akarnya semakin kuat dan batangnya menjulang tinggi namun dia tetap berusaha selalu merunduk. Kemampuannya menyimpankan air tanah, menahan erosi, dan menghembuskan oksigen 36% lebih banyak dibandingkan pohon tak membuatnya congkak dan banyak bicara. Bahkan semua bagian yang ada padanya pun dia relakan untuk memenuhi kebutuhan semua makhluk ciptaan Sang Maha Kuasa, terutama bagi manusia untuk menunjang kebutuhan hidupnya secara berkelanjutan