Tepat sekali bila bambu dipilih untuk program konservasi alam, terutama di Kawasan Borobudur, karena secara alami bambu mampu memperbaiki kualitas air, tanah dan udara sehingga meningkatkan kualitas lingkungan hidupnya

- Pelindung ekosistem
- Penguat tanah mencegah erosi
- Pelindung bantaran sungai dari gerusan arus air,
- Pelindung tebing agar tidak mudah longsor,
- Penyubur tanah & pelindung struktur tanah,
- Pelindung daerah tangkapan air yang sangat baik, sehingga mampumeningkatkan kualitas dan kuantitas air bawah tanah
- Penghasil oksigen, peredam panas dan
penyejuk udara - Pelindung dari angin dan hujan abu gunung api
- Peredam polusi suara
Pertumbuhan Cepat: Bambu adalah tanaman yang tumbuh paling cepat di dunia. Telah dicatat tumbuh 47,6 inci dalam 24 jam. Beberapa spesies bahkan dapat tumbuh lebih dari satu meter per hari dalam kondisi optimal. Sebuah bambu baru mencapai ketinggian penuhnya dalam waktu kurang dari setahun.
Fakta Bambu Terkait Air
- Penelitian di China, hutan bambu mampu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah hingga 240% Dibandingkan hutan pinus dibandingkan dengan pepohonan yang hanya menyerap air hujan 35-40% air hujan, bambu dapat menyerap air hujan hinga 90%
- Penghijauan dengan bambu pada bekas tambang batu bata di India mampu meningkatkan muka air tanah 6,3 meter dalam 4 tahun
- Akar tanaman bambu dapat berfungsi sebagai penahan erosi guna mencegah bahaya banjir
Fakta Bambu Terkait Udara
- Hutan bambu menyerap Co2 : 62 ton/Ha/th, sementara hutan tanaman lain yang masih baru hanya menyerap 15 ton/Ha/th
- Bambu melepaskan oksigen sebagai hasil fotosintesis 35% lebih banyak dari pohon yang lain
- Bambu yang ditanam sebagai pagar di rumah sakit dan sekolah dapat meredam suara bising dan menyaring polusi udara