Beranda | Pitutur Bambu Borobudur 2022 | Jembatan Stupa |Pitu (Tujuh)
Sejalan dengan nasihat atau pituturan di atas, terdapat tujuh buah lampu melingkar di bawah instalasi stupa bambu. Tujuh buah lampu tersebut menjadi simbol “pitu” yang dalam falsafah jawa, pitu memiliki tujuh pemaknaan yang muaranya adalah mendapatkan pitulungan dari Tuhan Yang Maha Memberi Pertolongan agar kita semua dijauhkan dari silat angkara murka dan senantiasa dilimpahi keberkahan. Tujuh hal tersebut yakni pitutur, pituwas, pituhu, pituduh, pitungan, pituna, dan pitulungan. Pitutur artinya nasihat atau petuah bijak, pituduh artinya pencerahan, pituhu artinya ketaatan, pitungan artinya perhitungan, pituwas artinya pahala, pituna artinya kerugian, dan pitulungan artinya pertolongan. Konsep pitu dalam falsalah jawa ini masih menjadi pedoman kehidupan masyarakat di Kawasan Borobudur sampai
Konsep pitu dalam falsafah jawa ini masih menjadi pedoman kehidupan masyarakat di Kawasan Borobudur sampai sekarang. Pituturan yang dimaknai dengan memberi nasehat kebaikan atau niat gawe pepadhang tersebut ditunjukkan atau diekspresikan oleh masyarakat dalam berbagai bentuk sebagai upaya untuk mengingatkan kepada nasehat kematian, dan dengan maksud yang senada yaitu mengingatkan manusia agar selalu menjaga hubungan baik kepada sesama, kepada alam dan kepada Tuhannya selama diberi nafas kehidupan di dunia ini. Berbagai ekspresi pituturan tersebut secara kultural disampaikan melalui sesajian pangan spiritual, kesenian rakyat, syair dan bentuk-bentuk tradisi lainnya, yang pada akhirnya berkembang ke dalam bentuk lain yang masuk kategori kekinian atau kontemporer, namun tidak terlepas dari pemaknaan yang terkait dengan sangkan paraning dumadi.