Sangkan Paraning Dumadi

QR Code

Dalam kesadaran kosmologis masyarakat Borobudur, sebelas pola metrum macapat tak sekadar merupakan sekar alit dalam tembang Jawa, melainkan suatu perlambang perjalanan manusia dari dan menuju Tuhan, bagian dari kawruh mengenai sangkan paraninig dumadi.

Maskumambang menggambarkan fase kehamilan. Mijil menjadi simbol kelahiran. Sinom melambangkan masa kanak-kanak. Kinanthi menjadi penanda masa meniti jati diri. Asmarandana adalah pralambang masa manusia merajut asmara. Gambuh menggambarkan jumbuh, penyatuan dua insan dalam perkawinan. Dandhanggula menyimbolkan kemapanan. Durma menjadi pralambang berbagi dengan sesama. Pangkur adalah lambang mungkur, fase persiapan menuju akhir kehidupan melalui penyucian hati. Megatruh adalah simbol kematian. Adapun pucung adalah pralambang pemakaman, istirahat dalam keabadian. Pada seluruh fase itulah beragam upacara dibabar, dilengkapi dengan ragam warisan budaya pangan spiritual yang sarat akan makna dan pitutur tersembunyi di dalamnya, guna menuntun manusia untuk senantiasa berlaku hamemayu hayuning bhawana sebagai bentuk pengejewantahan kesadaran mereka akan sangkan paraning dumadi.

Sebuah buku foto & narasi yang melekapi kegiatan pameran foto serta instalasi tentang kosmologi Jawa Masyarakat di kawasan Borobudur.

Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *