Salah satu upaya pengembangan dan pemanfaatan potensi bambu di Kebonsari adalah digagasnya suatu bentuk wisata alternatif, yakni wisata budaya bambu. Berbeda dengan wisata pada umumnya, konsep wisata budaya barnbu ini tidak terpaku pada penjualan hasil olahan tanaman bambu dalam berbagai bentuk dan jenisnya, melainkan lebih fokus pada proses dan eksplorasi ekosistem kebudayaan bambu. Dalam wisata budaya bambu, para pengunjung diajak untuk melihat, mengamati, dan merasakan sendiri proses terbentuknya suatu hasil kreatifitas olahan bambu. Bahkan lebih dari itu, mereka juga diajak menyelami jejaring dalam ekosistem kebudayaan bambu, seperti mengunjungi kebun bambu, mata air yang dihasilkan oleh tanaman bambu, para petani dan pertanian yang memanfaatkan bambu dan lain sebagainya.
Wisata budaya bambu ini sejatinya bukanlah semata ruang rekreatif yang didesian untuk mendulang keuntungan secara ekonomi, melainkan juga sebagai ruang edukasi kultural sekaligus media diseminasi bagi terbangunnya kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam serta mempertahankan kohesi sosial. Melalui wisata budaya bambu ini, diharapkan para pengunjung tidak hanya mendapatkan kebahagiaan hati dengan melakukan kegiatan rekreatif, melainkan juga insight dalam dirinya agar dapat lebih bermanfaat bagi sesama dan semesta. Bentuk wisata budaya bambu ini terkait erat dengan Tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama beberapa hal seperti; 1) Poin 1.5 -> Membangun ketahanan terhadap guncangan ekonomi, sosial, lingkungan, dan bencana serta, 2) Poin 8.9 -> Mempromosikan pariwisata berkelanjutan yang menciptakan lapangan kerja dan mempromosikan budaya dan produk lokal.
