Krosak merupakan sebuatan bunga Bambu dimana bunga bambu ini cukup jarang ditemui karena interval kemunculannya yang sangat panjang. Bambu mulai berbunga mulai dari 5 hingga 120 tahun, maka tak heran jika krosak atau bunga bambu ini cukup jarang kita ditemui.
Karena kelangkaannya, bunga bambu sering dianggap sebagai simbol kelaparan atau tanda yang akan datang. Di beberapa budaya, bunga bambu dipercaya memiliki khasiat untuk mendatangkan kebahagiaan, keberuntungan, dan keselamatan.
Hiasan Kembang Pring
Kembang Bambu Asli adalah bunga bambu yang tumbuh secara alami dan sering digunakan sebagai hiasan dekorasi rumah, taman, dan lain-lain. Bunga ini tersedia dalam berbagai ukuran, seperti per ikat, per 30 batang, atau per 15 tangkai. Struktur bunga bambu bervariasi tergantung pada jenis bambunya. Beberapa jenis bambu memiliki struktur perbungaan yang kompleks dan disebut dengan pseudospikelet.
Bunga bambu sering digunakan sebagai hiasan dekorasi rumah, taman, dan juga sebagai bagian dari praktik spiritual atau ritual
Makna Bunga Bambu Masyarakat Kebonsari
Gerombolan bunga bambu ini oleh masyarakat Desa Kebonsari Borobudur disebut kembang pring atau dalam bahasa indonesia berarti bunga bambu. Menurut Mas Hasyim, kembang pring sebenarnya adalah suatu bentuk kelaian yang terjadi pada pertumbuhan daun bambu. Namun, pada masyarakat Desa Kebonsari berkembang sebuah mitos yang mengatakan bahwa jika seseorang yang di dalam keluarganya ada wanita yang sedang mengandung maka tidak diperbolehkan membakar kembang pring yang jatuh karena kelak bayi yang dikandung akan terlahir dengan rambut keriting. Sampai saat ini mitos tersebut masih dipercaya, sehingga kembang pring yang sudah jatuh dengan sendirinya biasanya hanya diletakkan di bawah bambu dan dibiarkan mengering dengan sendirinya.

