QR Code

'Bongkot'

Bongkot bambu merupakan istilah Jawa untuk penyebutan bagian pangkal bawah dari batang bambu yang sebagian besar terendam di dalam tanah dan menyatu dengan sistem perakaran. Secara morfologi, bagian ini merupakan zona transisi antara batang di atas permukaan tanah (culm) dengan sistem rimpang (rhizome) di bawah tanah.

Salah satu jenis yang bongkotnya paling sering dimanfaatkan karena ukurannya yang besar dan tebal adalah Bambu Petung (Dendrocalamus asper). Sementara jenis lain yang juga populer adalah Bambu Apus (Gigantochloa apus) dan Bambu Wulung (Gigantochloa atroviolacea).

Struktur bongkot bambu sangat padat, keras, dan memiliki serat yang sangat rapat karena berfungsi sebagai fondasi utama untuk menopang tinggi dan beratnya rumpun bambu di atasnya agar tidak mudah roboh oleh angin.

Bongkot di Kebonsari

Masyarakat Desa Kebonsari Borobudur sebagai salah satu Desa sentra kerajinan bambu juga memanfaatkan bagian bongkot bambu ini. Bagi Masyarakat Kebonsari, bagian Bongkot bambu dimulai dari bagian paling bawah sampai pertengahan batang bambu. Ukuran bongkot sama besar, setelah bongkot ke atas ukuran bambu baru akan semakin mengecil. Bagi pengrajin bambu di Kebonsari Borobodur, bagian bongkot ini sangat bagus dimanfaatkan sebagai bahan baku membuat kerajinan seperti eblek, irik, amben, andha, dan sebagainya.