- Materi ini disampaikan dalam Webinar Kesenian Gatholoco ‘Angudhari Lakuning Mangsa’ yang diselenggarakan pada Kamis 11 Juni 2026 .
- Pemateri Purnawan Andra , S.IP., MA merupakan pegawai di Direktorat Pengembangan & Pemanfaatan Kebudayaan Kementrian Kebudayaan. Beliau juga merupakan alumnus ISI Surakarta jurusan Tari.
Secara umum beliau mengulas dari sudut pandang Gatholoco dari sisi seni sampai dengan maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Gatholoco menggambarkan bagaimana hubungan masyarakat Jawa dengan alam lingkungan, leluhur sampai dengan penghidupan. Gatholoco bukan hanya tradisi lampau tetapi juga menatap masa depan dengan melihat ;
- Pertama; Gatholoco merupakan seni pertunjukan
- Kedua ; Gatholco adalah sistem pengetahuan masyarakat agraris.
- Ketiga : Gatholoco adalah modal budaya untuk menjawab krisis hari ini -> Perubahan iklim, Ketahanan pangan, Krisis ekologis, Krisis identitas budaya
Gatholoco bermakna merangkul antara manusia, antara pertani dengan alam, merangkul tradisi dengan masa depan, merangkul pengetahuan lama dengan tantangan baru, dsb
Gatholoco adalah ‘ekologi yang bernyanyi’ mengingatkan yang paling baik bukan yang paling modern, tetapi yang masih mampu menjaga hubungan antar sesama, dengan alam, dengan leluhur. Peradaban tidak dimulai dengan manusia yang berhasil menaklukan, tetapi menjadi manusia yang masih mendengarkan apa yang dikatakan alam.
Diatas cuplikan pemaparan beliau secara langsung.