Lompat ke konten
Home » Mancing Iwak

Mancing Iwak

    (Narasi oleh Nurul Amin H. dan Wasis)

    Narasi

    Mas Adit (16 Tahun) asal Dusun Gombong yang sedang mancing iwak (mancing ikan) wader di sungai pada sore hari.  Umpan yang digunakan untuk mancing adalah biskuit yang sudah dihancurkan dan tidak menggunakan cacing karena air sungainya jernih sehingga mudah untuk melihat apakah ikannya sudah memakan umpannya atau belum. Alat mancing yang digunakan Mas Adit sudah modern yaitu menggunakan gambangan, tidak menggunakan bambu dan pelepah daun salak karena lebih pendek jika airnya lebih dalam sehingga kesulitan dalam memancing. Sekali memancing, Mas Adit bisa mendapatkan 15-20 iwak wader. Jika sudah mendapatkan ikan, lalu dimasukkan kedalam plastik yang sudah diisi dengan air untuk dibawa pulang. Kenapa membawa pulang ikannya tidak menggunakan ember, Mas Adit merasa kesulitan membawanya karena menggunakan motor. Sesampainya dirumah, Mas Adit memasukkan iwak wader tersebut kedalam gentong dan diambil lagi nantinya untuk pakan Ikan gabus yang dipeliharanya di aquarium.

     

    Gambar

    Narasumber

    • Adit, 16 tahun, remaja Dusun Gembong Desa Kembanglimus

    Relasi Budaya

    Sumber Lain

    Dari Kanal

    Ulasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *