Tahukah anda 22 Juni 2026 tepat dimulainya Mangsa Kasa?
Simak penuturan lengkap Mbah Juni mengenai ‘Sarana Membaca Alam’ dalam Sarasehan Kesenian Gatholoco ‘Angudhari Lakuning Mangsa’ yang diselenggarakan pada Rabu 10 Juni 2026 .
Dalam Sarasehan Kesenian Gatholoco Angudhari Lakuning Mangsa, Mbah Juni mengingatkan bahwa masyarakat desa dahulu tidak hanya membaca kalender. Tetapi mereka membaca alam.
Udara yang semakin panas di siang hari, mata air yang mulai surut, perubahan pada tumbuhan, arah angin, hingga suara hewan menjadi petunjuk untuk memahami perjalanan musim.
Pengetahuan itu tidak ditulis dalam buku.
Ia hidup dalam pitutur.
Hidup dalam tembang.
Hidup dalam ingatan para pelakunya.
Mungkin itulah sebabnya Gatholoco tidak hanya menjadi kesenian rakyat.
Di dalamnya tersimpan pengetahuan panjang tentang hubungan manusia dan alam.

“Bunga dan buah randu dan mata air di Perbukitan Menoreh yang mulai surut bukan sekadar bagian dari bentang alam pedesaan. Semuanya adalah bahasa yang membantu manusia memahami waktu.”