Gatholoco Madya Pitutur
Pasar budaya di Desa Giritengah pada tahun 2023 ditutup dengan penampilan kesenian Gatholoco Madya Pitutur dari Dusun Kamal. Kesenian ini, memang sangat erat dengan program pemajuan kebudayaan dan juga berkaitan erat dengan tema ‘Peken Tani lan Jajanan Ndesa’. Selain sebagai kesenian yang memberikan hiburan tetapi juga kesenian yang menjadi tuntunan, terutama bagi para petani di Desa Giritengah.
Syair mengenai pranata mangsa yang juga di nyanyikan merupakan salah satu pedoman petani di desa ini. Namun tidak hanya tani, syair-syair yang terkandung di dalam kesenian gatholoco berisi pituturan atau nasihat yang sangat relevan hingga saat ini.
Pada salah satu babak pementasan gatholoco, dilakukan atraksi sulap dan obor-abir. Atraksi sulap dilakukan oleh sesepuh kesenian gatholoco yaitu Mbah Juni. la melakukan sulap dengan cara tangan diikat tali tetapi bisa lepas sendiri.
la juga melakukan atraksi bermain bara api dengan memainkan tongkat yang pada dua sisinya terdapat bara api kemudian diputar-putar dengan tangannya.
Atraksi Obar-abir
Selain itu, ada pula atraksi berbaring di atas meja kemudian kedua kakinya memainkan tongkat yang terdapat bara api yang menyala.
Kesenian ini selain memberikan tuntunan dan hiburan juga menampilkan atraksi yang tidak setiap orang bisa melakukannya.

Penampilan kesenian gatholoco pada gelaran pasar budaya sangatlah dianantikan. Pengunjung yang hadir berasal dari Desa Giritengah dan sekitarnya. Banyaknya pengunjung atau penonton yang hadir terlihat dari lokasi pertunjukkan yang penuh hingga penonton menyaksikan dari pohon dan tebing-tebing lokasi pasar budaya. Hal itu karena kesenian gatholoco merupakan kesenian yang memiliki banyak nilai dalam kehidupan masyarakat. Ibarat sebuah petuah atau ajaran yang kemudian dikemas dalam bentuk kesenian yang unik dan menarik.
Masyarakat juga bisa belajar tentang edukasi terkait syair-syair yang menceritakan tentang kehidupan. Syair mangsa kasa misalnya, syair yang berisi tentang penanggalan dan musim dalam kepercayaan masyarakat Jawa. Pada syair tersebut masyarakat bisa mengetahui apa yang bisa mereka lakukan atau kerjakan pada setiap bulannya. Hal-hal itulah yang akhirnya membuat kesenian gatholoco penuh dengan nilai-nilai kehidupan. Mbah Juni sendiri bergabung sejak masih remaja. Kini, ia menjadi tokoh yang turut melestarikan kesenian ini.
Mbah Juni selaku tokoh dari kesenian gatholoco juga mengungkapkan bahwa masyarakat dapat mengambil hikmah, nilai dan ajaran yang terdapat dalam kesenian gatholoco.
Kelompok-kelompok seni yang turut memeriahkan dan pentas pada gelaran pasar budaya membuat keragaman budaya yang ada di Desa Giritengah sangatlah terasa. Perlu diakui, salah satu objek yang menjadi penopang kebudayaan desa berasal dari seni. Seni dan budaya di desa diibaratkan manusia dengan alam. Saling mencukupi satu sama lain, selain juga saling mendorong untuk pemajuan dan pelestarian kebudayaan di masa depan. Pemahaman seni sebagai wadah atau ruang berbudaya juga memberikan nilai-nilai yang luhur dan bermakna bagi masyarakat. Seni bisa melekat pada adat istiadat, ritus, teknologi bahkan tradisi masyarakat.