Lompat ke konten
Home » Bambu untuk berbagai Konstruksi

Bambu untuk berbagai Konstruksi

Ekosistem Budaya Bambu ; Berbagai pemanfaatan bambu oleh masyarakat di desa untuk konstruksi jembatan, jalan dan lain-lain.

Instalasi “Kotak Naga”

    Dua ekor naga keranjang kroso terpasang dengan pose badan berliuk, mencengkeram erat balok saka guru penyangga Aula. Seakan memberi sambutan sekaligus menjadi pengingat pengunjung agar tetap berpegang teguh pada tiang agama serta pendirian untuk senantiasa menjaga lelaku baik sekecil apapun asalkan tekun. Naga naga ini juga disimbolkan selayaknya penjaga bangunan Aula sebagai titik literasi Pitutur Bambu Borobudur agar setiap pengunjung Aula terhidar dari angkara murka dan mudah menyerap ilmu yang bermanfaat. ​

    Urip kudu Urup

      Sejalan dengan nasihat atau pituturan di atas, terdapat tujuh buah lampu melingkar di bawah instalasi stupa bambu.Tujuh buah lampu tersebut menjadi simbol “pitu” yang dalam falsafah jawa, pitu memiliki tujuh pemaknaan yang muaranya adalah mendapatkan pitulungan dari Tuhan Yang Maha Memberi Pertolongan agar kita semua dijauhkan dari sifat angkara murka dan senantiasa dilimpahi keberkahan.