Burung Pelatuk ; kebajikan untuk Menolong dan keteguhan tidak mengharap balasan
Dalam kisah Jataka ‘Burung Pelatuk’ ini ini, hewan yang ditampilkan di lorong Jataka adalah Singa, Rusa, Musang, burung Dubuk, dll
Dalam kisah Jataka ‘Burung Pelatuk’ ini ini, hewan yang ditampilkan di lorong Jataka adalah Singa, Rusa, Musang, burung Dubuk, dll
Dua ekor naga keranjang kroso terpasang dengan pose badan berliuk, mencengkeram erat balok saka guru penyangga Aula. Seakan memberi sambutan sekaligus menjadi pengingat pengunjung agar tetap berpegang teguh pada tiang agama serta pendirian untuk senantiasa menjaga lelaku baik sekecil apapun asalkan tekun. Naga naga ini juga disimbolkan selayaknya penjaga bangunan Aula sebagai titik literasi Pitutur Bambu Borobudur agar setiap pengunjung Aula terhidar dari angkara murka dan mudah menyerap ilmu yang bermanfaat.
Relief cerita Jataka ‘Kera Agung’ ada di Lantai 1 dinding luar sebelah sisi selatan (Lihat di diagram)
Digambarrkan dalam cerita Jataka ‘Rusa Ruru’ ini muncul juga hewan hewan hutan lainnya seperti gajah, banteng, babi hutan, merak, ungggas, dll
Relief cerita Jataka ‘Rusa Sarabha’ ada di Lantai 1 dinding luar, deret atas, sisi selatan (Lihat di diagram)
Relief cerita Jataka ‘Harimau betina’ ada di Lantai 1 dinding luar, deret atas, sayap kiri, sisi selatan (Lihat di diagram)
Relief cerita Matsya Jataka (Raja Ikan) ini ada di Lantai 1 dinding luar, deret atas sayap kiri, sisi selatan candi Borobudur
Relief cerita Jataka Sang Kelinci’ ada di Lantai 1 dinding luar sebelah Timur (Lihat di diagram)
Bodhisattwa berkorban untuk induk harimau, mencegah dari memakan anakanya sendiri.
‘Ayam Jago’ di Lorong Jataka ini menceritakan bagaiman hewan-hewan Jataka bertemu penduduk lokal dalam hal ini desa-desa di sekitar Borobudur.