Lompat ke konten
Home » Slondok

Slondok

    makanan tradisional slondok di desa Bigaran Borobudur #2
    Makanan tradisional Slondok dari Desa Bigaran yang berbahan ketela

    Narasi

    Slondok menjadi salah satu cemilan khas dari Magelang. Bentuknya yang lingkaran dengan lubang dibagian tengah menjadi ciri dari cemilan tersebut. Bahan baku yang digunakan untuk membuat slondok adalah singkong. Desa Bigaran menjadi salah satu desa yang memproduksi slondok cukup banyak. Ibu Siti Asiyah, umur 45 tahun adalah salah satu pembuat dan penjual slondok di Desa Bigaran. Beliau membuat slondok sudah lebih dari 25 tahun yang juga meneruskan dari orangtuanya dulu.

    Ada dua macam slondok yang dibuat di Desa Bigaran, sebagian memilih untuk membuat slondok kerpus sebagian lagi membuat slondok gethuk. Ibu Asiyah adalah salah satu pembuat slondok gethuk. Menurutnya, yang membedakan antara dua slondok itu adalah cara pembuatannya sehingga rasa dan tekstur yang dihasilkan juga akan berbeda. Slondok gethuk rasanya akan lebih gurih karena rasa singkong masih terasa, sedangkan untuk slondok kerpus akan lebih renyah daripada slondok gethuk. Perbedaan lainnya adalah dari segi pembuatan, slondok kerpus lebih sulit dibuat dibandingkan dengan slondok gethuk. Semua proses slondok gethuk dan kerpus tersebut dilakukan kurang lebih 2 hari. Diperlukan kesabaran dan ketelatenan dalam pembuatan slondok.

    Slondok Gethuk

    Untuk pembuatan slondok gethuk, singkong yang sudah dibersihkan akan direbus lalu digiling dan dicampur dengan bumbu hingga membentuk memanjang, setelah itu biarkan terlebih dahulu beberapa menit. Baru kemudian masuk pada proses pembentukan lingkaran menjadi bentuk slondok pada umumnya, dalam proses ini ada yang hanya menggunakan tangan dan ada yang menggunakan mesin. Terakhir slondok dikeringkan dengan sinar matahari, semakin panas sinar matahari maka slondok akan lebih cepat untuk kering dan siap digoreng.

    Slondok Kerpus

    Beda halnya dengan slondok gethuk, proses pembuatan slondok kerpus melalui proses singkong diparut dan ditekan menggunakan beban setelah proses pembersihan singkong. Setelah itu dicampur dengan bumbu, lalu adonan di kukus, kemudian adonan digiling memanjang hingga siap untuk dibentuk lingkaran dan diletakan pada rigen. Terakhir slondok dikeringkan di bawah sinar matahari dan siap digoreng.

    Lumpang

    Ada perbedaan mengenai slondok sekarang dengan dulu yaitu dari cara pembuatannya, proses membentuk memanjang dulu masih menggunakan penggilingan manual yang diputar sendiri sedangkan sekarang sudah langsung menggunakan mesin penggilingan. Menurut Bapak Sumaryanto, suami dari Ibu Siti Aisyah yang juga membantu membuat slondok, proses zaman dulu semua masih serba manual. Ada proses ditumbuk menggunakan alu dan lumpang sebelum dan setelah proses dikukus.

     

    Gambar

    Alat & Bahan

    • Singkong
    • Kukusan
    • Lumpang dan alu atau penggilingan
    • Parutan

    Cara Pembuatan

     

    Lokasi

     

    Narasumber

    • Ibu Siti Aisyah, 45 tahun, pembuat Slondok.

     

    Relasi Budaya

    Sumber Lain

     

    Dari Kanal

    Ulasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *